Pinjaman uang tunai pribadi

pinjaman uang tunai pribadi
Pinjaman uang tunai pribadi
Pinjaman uang tunai khusus dengan jaminan bpkb mobil pribadi mulai dari tahun 1996 semua merk dan type khusus untuk mobil merk pabrikan jepang dan untuk mobil eropa mulai dari tahun 2010
mobil harus plat B jakarta atau F bogor milik pribadi
Kami berikan dana talangan pribadi untuk yang membutuhkan uang hari ini juga dan akan kami berikan dana talangan 50% dari pengajuan pinjaman yang akan di proses.
Bila ingin dapat dana talangan 100% hari ini juga maka harus titip unit mobil dan bpkb asli selama proses leasing berjalan

Persyaratan pinjaman uang :

1. copy KTP

2. copy Kartu keluarga

3. copy Pbb rumah

4. copy tabungan

5. copy stnk

6. BPKB asli

untuk pemohon pinjaman harus berdomisili alamat KTP di wilayah jakarta depok tangerang dan bekasi

untuk pemohon di luar wilayah jabodetabek belum bisa proses
pemohon wajib melampirkan pbb rumah atas nama sendiri atau keluarga karena untuk pemohon rumah status masih sewa belum bisa proses
jaminan hanya bpkb asli mobil dan mobil tetap anda pakai

suku bunga pinjaman bersaing lebih rendah di bandingkan dengan leasing lain
untuk proses pinjaman ini bisa dalam waktu 1 jam langsung terima uang

Pinjaman uang yang cepat di jakarta selatan

Pinjaman Uang Tunai proses cepat
Jaminan Bpkb asli mobil dan motor
Gadai bpkb Mobil tahun 1996 s/d now
Gadai bpkb motor mulai tahun 2010
Pinjaman uang 1 jam cair Proses langsung terima uang
Mobil atau motor tetap anda gunakan

Pinjaman uang mulai dari 20 juta s/d 10 milyar
Pinjaman dengan bunga rendah
Perusahaan pembiayaan resmi
Angsuran perbulan tetap
Pinjaman untuk jabodetabek
Hubungi :
0812 8387 2637 call sms WA

Pinjaman Uang Tunai

Pinjaman Uang Tunai

Jaminan Bpkb asli mobil
Mobil tahun 1996 s/d now
Proses langsung terima uang
Mobil tetap anda gunakan
Pinjaman mulai 20 juta s/d 10 milyar
Pinjaman dengan bunga rendah

Perusahaan pembiayaan resmi

Angsuran perbulan tetap
Pinjaman untuk jabodetabek
Hubungi :
0812 8387 2637 call sms WA

gadai

Leasing sebagai alternatif pembiayaan

Dewasa ini, banyak orang menganggap leasing adalah suatu perusahaan yang erat kaitannya dengan pembiayaan kredit sepeda motor dan mobil

Tidak ada yang salah dengan pemahaman masyarakat tentang leasing tersebut.

Namun, hal ini menandakan bahwa sebagian besar orang belum memahami dengan baik apa sebenarnya leasing itu sendiri.

Semoga posting kali ini bisa menambah pemahaman baru bagi kita tentang leasing sebagai alternatif untuk pembiayaan kredit mobil dan motor

Pengertian Leasing
Leasing (equipment funding) atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan atau individu dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak opsi bagi pengguna tersebut untuk membeli barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing sesuai nilai sisa uang yang telah disepakati bersama.

Sedangkan menurut Equipment Leasing Association di London, mendefinisikan Leasing sebagai perjanjian antara lessor (penyedia jasa leasing) dan lesse (pengguna jasa leasing) untuk menyewa sesuatu atas barang modal tertentu yang dipilih/ditentukan oleh lesse yang mana kepemilikan barang modal tersebut ada pada lessor sedangkan lesse hanya menggunakan barang modal tersebut berdasarkan pembayaran sewa sesuai ketentuan dalam jangka waktu tertentu.

Berdasarkan pengertian di atas, pada prinsipnya leasing terdiri dari beberapa elemen di bawah ini:
- Pembiayaan perusahaan/individu
- Penyediaan barang-barang modal
- Adanya pihak lessor dan pihak lesse
- Jangka waktu tertentu
- Pembayaran secara berkala
- Adanya hak pilih (option right)
- Adanya nilai sisa yang disepakati bersama

Leasing baru dikenal di Indonesia melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan RI dengan No KEP-122/MK/IV/2/1974, No 32/M/SK/2/1974, dan No 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan usaha leasing.

Klasifikasi Leasing

1. Capital Lease
Perusahaan leasing jenis ini berlaku sebagai suatu lembaga keuangan. Lesse dapat menentukan sendiri jenis serta spesifikasi dari barang yang dibutuhkan. Negosiasi harga secara langsung bisa dilakukan lesse dengan supplier.

Lessor akan mengeluarkan dananya untuk membayar barang yang akan digunakan oleh lesse tersebut kepada supplier. Capital lease juga dibedakan lagi menjadi dua, yaitu Direct finance lease, dan Sale and lease back.

2. Operating Lease
Pada leasing jenis ini, lessor membeli barang untuk kemudian disewakan kepada lessee dalam jangka waktu tertentu. Lessee membayar rental yang besarnya secara keseluruhan tidak meliputi harga barang serta biaya yang telah dikeluarkan oleh lessor.

Lessor tidak memperhitungkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam menentukan besarnya pembayaran lease karena diharapkan harga barang tersebut nilainya masih cukup tinggi setelah masa lease berakhir.

Dalam operating lease tidak ada hak opsi dan tidak ditentukan adanya nilai sisa pada barang modal yang di-lease.

3. Lease Penjualan (Sales Type Lease)
Lease penjualan biasanya dilakukan oleh perusahaan industri yang menjual barang hasil produksinya. Lease ini mengakui dua macam pendapatan dalam kontrak penjualannya yaitu pendapatan penjualan barang dan pendapatan bunga atas jasa pembelanjaan selama jangka waktu lease.

4. Leverage Lease
Pada leasing ini, lessor tidak membiayai objek leasing sebesar 100% dari harga barang melainkan hanya 20% hingga 40% saja, kemudian lessor akan melibatkan pihak ketiga yang disebut credit provider untuk membiayai sisa dari harga barang.

5. Cross Border Lease
Transaksi pada jenis ini merupakan suatu transaksi leasing yang dilakukan dengan melewati batas suatu negara. Dengan demikian antara lessor dan lessee terletak pada dua negara yang berbeda.

Barang-barang atau peralatan yang ditransaksikan dalam cross border lease meliputi nilai jutaan dollar Amerika Serikat.

Mekanisme Leasing

Dalam melakukan perjanjian leasing terdapat prosedur dan mekanisme yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:
Lessee memilih dan menentukan peralatan yang dibutuhkan, mengadakan penawaran harga dan menunjuk supplier peralatan yang diinginkan.
Setelah lessee mengisi formulir permohonan lease, maka dikirimkan kepada lessor disertai dokumen lengkap.
Lessor mengevaluasi kelayakan kredit dan memutuskan untuk memberikan fasilitas lease dengan syarat dan kondisi yang disetujui lessee termasuk lama kontrak pembayaran sewa lease, setelah itu maka kontrak lease dapat ditandatangani.
Lessee menandatangani kontrak asuransi untuk peralatan yang dilease dangan perusahaan asuransi yang disetujui lessor, seperti yang tercantum dalam kontrak lease.
Supplier dapat mengirimkan peralatan yang dilease ke lokasi lessee. Untuk mempertahankan dan memelihara kondisi peralatan tersebut, supplier akan menandatangani perjanjian purna jual.
Lessee menandatangani tanda terima peralatan dan menyerahkan kepada suppplier.
Supplier menyerahkan tanda terima (yang diterima dari lessee), bukti pemilikan dan pemindahan pemilikan kepada lessor.
Lessor membayar harga peralatan yang dilease kepada supplier.
Lessee membayar sewa lease secara periodik sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah ditentukan dalam kontrak lease.

Baca juga : Leasing pembiayaan kredit mobil

Keuntungan Menggunakan Leasing

Adanya lembaga leasing menjadi alternatif sumber pembiayaan modal bagi para pengusaha dengan didukung beberapa keuntungan menarik.

Leasing lebih fleksibel karena struktur kontrak dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi konsumen lease, serta secara prosedur leasing lebih sederhana dan relatif lebih cepat dalam realisasi pembiayaan bila dibandingkan dengan kredit investasi bank.

Jadi, tanpa prosedur yang rumit dan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh barang modal maupun peralatan sebagai sarana operasionalnya.

Dalam leasing, aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu sendiri sehingga tidak diperlukan lagi jaminan lainnya dalam perjanjian.

Leasing dapat dijadikan alternatif dalam mendapatkan aktiva bagi perusahaan untuk dapat memodernisasi pabriknya. Melalui leasing perusahaan bisa membiayai pembelian barang-barang modal dengan jangka waktu pengembalian antara tiga hingga lima tahun atau lebih.

Penghematan modal bisa dilakukan lesse karena tidak memerlukan penyediaan dana yang besar, maksimum hanya menyediakan Down Payment (DP) yang dalam kebiasaan lease jumlahnya tidak terlalu besar. Sedangkan, barang modal yang dibutuhkan akan dibiayai lessor 100 %.

Di samping itu, konsumen juga memperoleh keuntungan lainnya seperti kemudahan dalam pengajuan dan adanya hak opsi.

Keuntungan lain jika ditinjau dari laporan keuangan fiskal sebuah perusahaan yaitu transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease yang artinya pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak.

Perjanjian leasing memiliki kepastian hukum yang jelas, suatu perjanjian leasing tidak dapat dibatalkan dan tetap berlaku dalam keadaan keuangan umum atau moneter sesulit apapun. Lessee sampai kapanpun tetap membayar dengan satuan moneter yang lalu terhadap sisa kewajibannya.

Hal ini menjadikan leasing dapat berfungsi sebagai pelindung terhadap risiko penurunan nilai uang yang disebabkan oleh inflasi.
pembiayaan

Leasing Sebagai Alternatif Pembiayaan Modal

Perkembangan ekonomi yang semakin pesat dewasa ini menuntut setiap badan usaha untuk dapat mengantisipasi semua perubahan yang kerap terjadi.

Dan salah satu kendala yang mungkin terjadi pada perusahaan yang akan melakukan pengembangan usahanya adalah saat perusahaan tersebut memerlukan tambahan investasi baru.

Dalam keadaan real, perusahaan sebenarnya mempunyai beberapa alternatif pilihan yang biasa digunakan, antara lain membeli dengan dana yang tersedia (modal sendiri), membeli dengan fasilitas kredit bank atau membiayai dengan cara leasing.

Namun dari beberapa alternatif tersebut leasing dianggap sebagai salah satu metode pembiayaan yang paling ideal bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha mereka. Baik dari segi persaingan maupun kebutuhan investasi akan barang modal.

Keberadaan usaha leasing menjadikannya sebagai badan pembiayaan modal yang turut serta membantu masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian karena sudah diberi rules oleh pemerintah melalui undang-undang yang mengatur badan usaha ini.

Baca Juga : Cara mendapatkan pinjaman modal usaha

Pengertian dan jenis kredit

Keberadaan kredit dalam perekonomian modern memang sudah sangat lazim digunakan. Kita sering mendengar atau bahkan berhubungan langsung dengan perkreditan di dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah kredit menjadi hal yang kerap kita temui di masyarakat. Contohnya yang paling mudah adalah dealer sepeda motor, di mana banyak produk-produknya yang dijual tidak hanya dengan sistem pembelian cash, tapi juga dengan sistem pembelian secara kredit.

Contoh lainnya bisa kita lihat pada pemberian kredit di bank, jadi bank tidak hanya menghimpun dana dari masyarakat, tapi juga menyalurkan kembali dana tersebut sebagai modal usaha dalam bentuk kredit atau pinjaman. Lantas, apa sih pengertian dari kredit itu sendiri?

Beberapa Pengertian Tentang Kredit

Terminologi:

Istilah kredit berasal dari bahasa Italia, yaitu “credare” yang artinya “kepercayaan”, ialah kepercayaan dari pemberi pinjaman (kreditur) bahwa penerima pinjaman (debitur) akan melakukan pengembalian dana yang dipinjam beserta bunganya sesuai dengan kesepakatan yang terjadi di antara kedua belah pihak. Kreditur dalam hal ini mempercayai kreditur tidak akan macet dalam mengembalikan pinjamannya.

Berdasarkan Undang-undang Perbankan No 7 Tahun 1992:

Kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

Prinsip Dasar Kredit

Dalam penyaluran kredit harus terdapat prinsip kepercayaan dan kehati-hatian. Indikator dari kepercayaan tersebut didasarkan pada kepercayaan moral, komersial, finansial, dan jaminan.

Sedangkan kepercayaan dalam kredit dibedakan menjadi 2, yaitu kepercayaan murni dan kepercayaan reserve.

Kepercayaan Murni adalah bila kreditur memberikan kredit kepada debitur didasarkan hanya atas kepercayaan saja tanpa ada jaminan apapun, misalnya kita meminjam uang kepada teman dan tidak disertai dengan jaminan apapun, hanya berdasarkan atas saling percaya.

Sedangkan kepercayaan reserve adalah kreditur memberikan kredit atau pinjaman kepada debitur tidak hanya berdasarkan kepercayaan saja, namun disertai dengan agunan berupa materi, seperti BPKB, sertifikat tanah, dan lain-lain.

Bahkan, dalam penyaluran kredit di bank yang lebih diutamakan adalah jaminan atas pinjaman tersebut, jadi tidak hanya berdasarkan prinsip kepercayaan semata.

Fungsi dan Tujuan Kredit

Bagi masyarakat, kredit memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Sebagai motivator dan dinamisator dalam peningkatan aktivitas perdagangan dan perekonomian.
2. Membuka lapangan kerja tambahan bagi masyarakat.
3. Melancarkan arus uang dan arus barang.
4. Sebagai peningkatan hubungan internasional.
5. Mengoptimalkan produktivitas terhadap dana yang tersedia.
6. Menaikkan daya guna suatu barang.
7. Mendorong semangat berwirausaha bagi masyarakat.
8. Menambah modal kerja perusahaan.
9. Meningkatkan Pendapatan Per Kapita / Income per capita (IPC) bagi masyarakat.
10. Mengubah pola pikir dan bertindak masyarakat supaya lebih ekonomis.

Tujuan kredit:
1. Meningkatkan pendapatan dari hasil bunga kredit yang diterima oleh bank.
2. Mendukung agar dana-dana yang tersedia agar lebih produktif dan dapat dimanfaatkan dengan optimal.
3. Melaksanakan aktivitas operasional bank.
4. Memenuhi permintaan kredit dari masyarakat.
5. Melancarkan lalu lintas pembayaran dan perputaran uang.
6. Menambah modal kerja bagi suatu perusahaan atau unit usaha.
7. Meningkatkan pendapatan dan juga kesejahteraan masyarakat.

Jenis-jenis Kredit

Jenis-jenis kredit dibedakan menjadi beberapa sudut pendekatan, antara lain berdasarkan tujuan kegunaannya, jangka waktunya, macamnya, sektor perekonomian, agunan, golongan ekonomi, serta penarikan dan pelunasannya. Berikut ini kami sampaikan penjelasan dari masing-masing jenis kredit tersebut:

1. Jenis Kredit Berdasarkan Tujuan atau Kegunaannya:

a. Kredit Konsumtif, yaitu Kredit yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi bersama dengan keluarganya, contohnya kredit mobil atau kredit rumah. Kredit jenis ini sangat tidak produktif.

b. Kredit Modal Kerja atau Kredit Perdagangan, yaitu kredit yang akan dipakai oleh debitur untuk menambah modal kerja atau usaha. Kredit jenis ini sangatlah produktif.

c. Kredit Investasi, yaitu kredit yang dipakai untuk investasi yang bersifat produktif, namun hasilnya baru dapat diperoleh setelah jangka waktu tertentu atau dalam jangka waktu yang relatif lama. Biasanya dalam pemberian kredit semacam ini terdapat grace period, contoh kredit semacam ini misalnya kredit bagi perkebunan karet, dan sebagainya.

2. Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktu Pengembaliannya:

a. Kredit Jangka Pendek, ialah kredit yang mempunyai jangka waktu paling lama satu tahun.

b. Kredit Jangka Menengah, ialah kredit yang mempunyai jangka waktu antara 1 hingga 3 tahun.

c. Kredit Jangka Panjang, ialah kredit yang mempunyai jangka waktu lebih dari 3 tahun.

3. Jenis Kredit Berdasarkan Cara Pemberiannya:

a. Kredit Aksep, yaitu kredit yang diberikan oleh bank, pada hakikatnya hanya berupa pinjaman uang, jumlahnya biasanya disesuaikan dengan plafond kredit-nya, misal L3 atau BMPK.

b. Kredit Penjual, yaitu kredit yang diterima oleh pembeli dari penjual dengan sistem pembayaran barang diterima lebih dulu baru pembayaran dilakukan kemudian, contohnya Usance L/C.

c. Kredit Pembeli, yaitu kredit berupa barang yang pembayarannya dilakukan terlebih dulu, barangnya akan diterima belakangan, atau bisa juga berbentuk pembelian dengan uang muka, seperti red clause L/C.

4. Jenis Kredit Berdasarkan Sektornya Dalam Perekonomian:

a. Kredit Pertanian, yaitu kredit yang diberikan kepada perkebunan, peternakan, maupun perikanan.

b. Kredit Perindustrian, yaitu kredit yang penyalurannya dilakukan untuk aneka macam industri kecil, menengah dan besar.

c. Kredit Pertambangan, ialah kredit yang diberikan kepada aneka macam usaha pertambangan.

d. Kredit Ekspor-Impor, yaitu kredit yang pemberiannya kepada eksportir atau importir dengan beraneka macam barang.

e. Kredit Koperasi, ialah kredit yang diberikan kepada macam-macam koperasi.

d. Kredit Profesi, yaitu kredit yang diberikan kepada beragam profesi, seperti karyawan kantor, guru, maupun dokter.

5. Jenis Kredit Berdasarkan Bentuk Jaminan atau Agunan:

a. Kredit Jaminan Orang, adalah kredit yang diberikan dengan jaminan seseorang terhadap debitur yang bersangkutan, biasanya orang yang dijaminkan masih memiliki hubungan kekerabatan.

b. Kredit Jaminan Efek, ialah kredit yang diberikan dengan jaminan efek-efek maupun surat-surat berharga.

c. Kredit Jaminan Barang, yaitu kredit yang diberikan dengan jaminan barang bergerak, barang tetap, atau barang logam mulia. Dalam melakukan kredit jaminan barang tersebut harus merujuk pada Hukum Perdata Pasal 1132 sampai Pasal 1139.

d. Kredit Jaminan Dokumen, ialah kredit yang diberikan menggunakan jaminan dokumen transaksi, seperti letter of credit (L/C), contohnya kredit dengan jaminan BPKB, dan lain-lain.

Baca juga : Pinjaman uang jaminan bpkb mobil 1 jam cair
jenis kredit

6. Jenis Kredit Berdasarkan Tingkat Golongan Ekonomi:

a. Kredit Golongan Ekonomi Lemah, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah seperti KUK, dan KUT. Pengusaha yang termasuk golongan ekonomi lemah adalah pengusaha dengan kekayaan maksimum sebesar Rp 600 juta yang belum termasuk kekayaan tanah dan bangunannya.

b. Kredit Golongan Ekonomi Menengah dan Konglomerat, yaitu kredit yang disalurkan kepada pengusaha menengah dan besar, termasuk golongan ekonomi menengah dan konglomerat adalah mereka yang memiliki kekayaan di atas Rp 600 juta.

7. Jenis Kredit Berdasarkan Cara Penarikan dan Pelunasan:

a. Kredit Rekening Koran atau Kredit Perdagangan
Kredit Rekening Koran atau Kredit Perdagangan adalah kredit yang bisa ditarik dan dilunasi setiap waktu, besarnya disesuaikan dengan kebutuhan yang penarikannya dilakukan dengan cek, bilyet, giro, atau pemindahbukuan, dan pelunasannya dengan melakukan angsuran-angsuran tersebut. Besarnya bunga dihitung dari saldo harian pinjaman, bukan dari besar plafond kredit. Penarikan kredit rekening koran dapat dilakukan sesudah ada persetujuan plafond kredit.

b. Kredit Berjangka
Kredit yang ditarik sekaligus sebesar plafondnya. Pelunasan kredit berjangka hanya dapat dilakukan sesudah tiba jangka waktunya. Namun, cara pelunasannya dapat dilakukan dengan sistem mengangsur atau sekaligus tergantung pada perjanjian di awal pengajuannya.

Baca juga : Pinjaman dana

Pilih bank atau leasing untuk kredit pembiayaan mobil

Saat ini kendaraan bermotor berupa mobil bukan lagi sebuah barang yang mewah. Hampir semua orang, terutama yang tinggal di perkotaan berpeluang untuk mempunyai kendaraan beroda empat itu. Caranya pun bisa beragam. Baik itu melakukan pembayaran secara tunai ataupun kredit.

Khusus untuk cara pembayaran kredit, Anda bisa memilih dua opsi yang tersedia. Opsi pertama adalah dengan menggunakan jasa dari Bank. Sementara opsi lainnya adalah dengan menggunakan layanan pembiayaan dari leasing. Keduanya pun sama-sama bisa dimanfaatkan untuk memperoleh kemudahan dalam kredit kendaraan bermotor.

Namun tentu saja Anda juga harus mempertimbangkan plus minus dari kedua layanan pembiayaan ini. Dengan mengetahui plus minusnya, Anda pun akhirnya bisa memilih layanan mana yang akan digunakan. Tentunya layanan kredit tersebut disesuaikan dengan kondisi keuangan serta kebutuhan Anda. Berikut ini terdapat beberapa uraian singkat mengenai beberapa kerugian dan kelebihan dari dua jenis layanan pembiayaan ini.

Bunga kredit
Bank biasanya menawarkan layanan pembiayaan kredit kendaraan bermotor dengan bunga yang rendah. Hal ini akan berbeda kalau Anda mengajukan layanan pembiayaan ke lembaga leasing. Mereka jelas akan menawarkan produk layanannya dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan bank.

Di sini, Anda pun bisa memilih bank atau lembaga leasing mana yang memberikan suku bunga paling rendah. Dengan suku bunga rendah, maka biaya kredit per bulan yang harus dibayarkan, baik itu kepada bank ataupun leasing akan lebih rendah. Untuk melihat perbandingan bunga kredit antar bank ataupun leasing kini pun bisa dilakukan dengan mudah. Anda bisa menelusurinya melalui dunia internet dengan tidak terlalu sulit.

Artikel wajib di baca : Cara mendapatkan pinjaman uang 1 jam cair

Pelayanan
Dari sisi pelayanan, mengajukan kredit kendaraan bermotor ke bank terbilang lebih susah. Di sini, Anda harus mengurus sendiri dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Hal ini pun tentunya akan menyulitkan bagi Anda yang mempunyai banyak aktivitas. Waktu Anda pun akan cukup tersita dengan proses pengajuan kredit yang cukup lama.

Hal ini berbeda kalau Anda mengajukan proses kredit pada lembaga leasing. Mereka akan dengan senang hati mengirimkan petugas khusus untuk mengatur segala permasalahan administrasi yang dibutuhkan. Terlebih kalau Anda memberikan pembayaran DP yang cukup besar. Hal ini dilakukan karena saat ini persaingan antar lembaga leasing kian ketat. Tak heran kalau masing-masing leasing tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memperoleh pelanggan potensial.

Dari kedua faktor ini nampak jelas kalau pengurusan kredit mobil melalui leasing memberikan kemudahan dibandingkan di bank dan leasing juga bisa memberikan pinjaman dana cepat bagi yang membutuhkan. Terlebih kalau leasing tersebut mempunyai kerja sama dengan dealer yang dituju. Adanya kerja sama itu pun memberikan kemudahan dalam pengurusan proses administrasi yang perlu dilakukan

kredit mobil


Pinjaman Jaminan Bpkb kendaraan

pinjaman jaminan bpkb kendaraan mobil dan motor

Pinjaman uang tunai jaminan bpkb kendaraan  
1. sedan dan minibus mulai tahun 1990
2. pick up dan truk mulai tahun 2006
mobil tetap anda pakai
jaminan hanya bpkb asli
data persyaratan kurang bisa di bantu
proses kredit hari ini langsung terima uang
pinjaman mulai dari 20 juta - 3 milyar
terima pengajuan untuk banyak unit
bunga pinjaman rendah

Pinjaman untuk modal usaha atau keperluan lain
angsuran perbulan tetap
bisa take over untuk bpkb masih di leasing
untuk mobil masih kredit harus sisa angsuran 12 bulan
domisili jakarta tangerang depok bekasi
bpkb